Mempercantik Hunian Rumah Dengan Atap Alang

Tanaman alang-alang yang dianggap tidak berguna atau tanaman yang tidak penting kini banyak dipakai kembali untuk bahan obat-obatan dan penutup atap.  Sejak ratusan tahun yang lalu tanaman rumput alang-alang dimanfaatkan oleh nenek moyang kita untuk membuat atap rumah, bukan hanya di Indonesia tetapi di luar negeri juga ada yang memanfaatkan tanaman rumput alang-alang untuk atap, misalnya di negara Maladewa. Alang-alang mempunyai banyak nama, setiap di bagian wilayah di indonesia alang-alang mempunyai nama yang berbeda,. Misalnya di daerah Sunda (Eurih), Minang (halalang), melayu (lalang). Dan sebagainya

Atap yang berbahan dari tanaman alang-alang memiliki karakter yang lebih spesifik. Secara Visualnya bangunan akan tampak lebih natural dan desain rumah akan terlihat lebih tradisional. Secara fisik ruang yang tertutup oleh atap alang akan terasa sejuk dan nyaman, karena atap alang berpotensi untuk mengalirkan udara melalui celah-celah antar rumput. Hal ini rumput alang juga berperan sebagai bahan material yang ramah lingkungan karena tidak ada efek samping dari tanaman ini sendiri. Atap alang juga mampu menyerap suara (absorsi akustik). Bukan hanya bangunan tradisional di pedesaan saja yang menggunakan atap alang, tetapi pada saat ini atap alang juga banyak digunakan di kota-kota besar utamanya di bangunan Hotel resort atau Villa. Tetapi hanya sedikiit rumah yang menggunakan atap alang di daerah perkotaan.

Bahan utama atap alang terdiri adalah batang bilah bambu yang berfungsi sebagai tempat diikat dan dirangkainya rumput alang, rumpun rumput alang, dan tali. Untuk tali yang digunakan bisa menggunakan tali dari bilah bambu atau tali ijuk. Tali ijuk lebih kuat dan tahan lama jika dibandingkan dengan tali yang berasal dari bambu. Tetapi tali bambu lebih banyak digunakan oleh sebagian orang karena memiliki nilai visual yang yang lebih indah dan bisa lebih berpadu dengan atap alang. Setelah pengikatan selesai maka diperoleh produk menjadi lembaran atap alang, langkah selanjutnya atap alang dikeringkan dengan dianginkan atau dijemur yang bertujuan agar atap tidak ditumbuhi jamur selama masa penyimpanan. Dan khusus atap alang yang akan di ekspor keluar negeri, alang-alang ahrus mendapat fumigasi dengat zat khusus yang dilakukan oleh perusahaan yang telah mendapat sertifikasi. Atap yang menggunakan bahan alang akan menambah nilai estetika di interior bangunan. Karena tak perlu membutuhkan plafon atau langit-langit sehingga akan sedikit menghemat biaya.

Teknis pemasangan atap alang yaitu dengan ditali dengan menggunakan tali bambu dengan dikaitkan pada usuk atap. Kemiringan pemasangan yang ideal adalah sekitar 30 derajat, apabila kurang dari itu akan terjadi kebocoran atap pada saat hujan.  Alang-alang sendiri sangat ramah lingkungan karena menghasilkan 0% limbah. Jika atap memerlukan pergantian maka atap yang lama dapat dikembalikan ke alam menjadi sampah organik yang tentunya tidak akan mencemari lingkungan. Atap ini juga dapat menyerap panas sehingga akan mengurangi penggunaan listrik yang di gunakan untuk kipas angin dan alat pendingin ruangan yang lain. Alang-alang bukan hanya dapat memberikan keuntungan tetapi menjadi bahan material inovasi yang ramah lingkungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *